4 Lokasi Penempatan Link Blog di Youtube Agar Dapat Pengunjung

Sejak awal membangun blog ini, salah satu sumber trafik yang berusaha saya datangkan adalah dari Youtube. Hal ini saya lakukan karena pada platform berbagi video tersebut, setidaknya pada kanal yang saya kelola sekitar 2 mingguan terakhir sudah berhasil menjaring ribuan tayangan video.

Meskipun konversi ribuan view tersebut menjadi pengunjung blog terbilang sangat kecil dengan jumlah subscriber yang baru mencapai 1 orang, saya tetap optimis bahwa Youtube akan tetap saya jadikan sumber trafik blog di masa depan. Terang saja, mendapatkan ribuan audiens dalam waktu sesingkat itu menurut saya cukup mudah. Tinggal nanti memikirkan strategi apa yang harus saya gunakan agar banyak penonton yang juga tertarik berkunjung kesini.

Dan, salah satu yang sudah mulai saya lakukan adalah dengan menempatkan link blog ini pada 4 lokasi yang memungkinkan penonton Youtube untuk mengklik (berkunjung) ke blog. Yang penting usaha dulu, ya kan. Persoalan apakah metodenya berhasil atau tidak, biar waktu yang menjawab.

Dimana saja lokasi link blog tersebut saya tempatkan di Youtube?

Tempat pasang link blog di youtube

Nah, bagi yang ingin tahu karena mungkin juga sedang mengusahakan hal yang sama dengan saya misalnya ingin mendapatkan 1 juta pengunjung blog ataupun target lainnya, berikut 4 lokasi penempatan link yang berusaha saya manfaatkan demi pencapaian target pengunjung memakai platform Youtube.

1. Menempatkan link blog pada halaman About (Tentang)

Penempatan link blog di halaman About Youtube

Untuk lokasi pertama, siapapun bisa memanfaatkannya sejak awal jika sudah memiliki akun Youtube dan juga blog. Jika harus menyamakannya dengan akun media sosial, halaman About ini bisa dianggap sebagai halaman profil utama pengguna Youtube yang bisa berisi info tentang siapa pengelola akun, lokasi ataupun kanal tersebut akan menyediakan konten apa saja hingga cara menghubungi pengelola akun dan lain sebagainya.

Tak jarang juga, banyak pengguna Youtube bahkan blogger lainnya yang memanfaatkan fitur ini untuk menyampaikan informasi terkait alamat akun resmi media sosialnya serta sebagai salah satu sumber backlink yang bisa dibuat dalam waktu singkat karena tidak perlu mengunggah video terlebih dahulu.

Penempatan link pada halaman About ini juga tercermin dari pola penggunaan Youtube saya pribadi.

Jadi misalnya saya menemukan video yang menarik untuk ditonton lalu penasaran siapa pengelola akun tersebut, saya biasanya langsung menuju halaman profil Youtube yang bersangkutan untuk mencari tahu lebih jauh tentang baik mengenai akun medsosnya maupun blog atau websitenya jika memang ada.

Dan menurut saya, aktivitas 'detektif' semacam itu tidak hanya saya lakukan sendirian. Bisa jadi ada banyak juga pengguna lainnya yang melakukan hal yang sama.

Karena itu sejak awal, saya seolah mewajibkan diri saya sendiri untuk mengisi link blog pada profil Youtube supaya bisa memudahkan audiens mengunjungi blog ini.

2. Penempatan link pada kolom deskripsi video Youtube

Penempatan link aktif (yang bisa diklik) selanjutnya yang saya lakukan adalah pada kolom deskripsi video.

Lagi-lagi sesuai pengalaman pribadi, jika isi video misalnya tidak lengkap dan butuh informasi lanjutan yang diarahkan ke situs, saya seringkali ingin dimudahkan terkait "mana nih link yang harus saya kunjungi."

Dan menurut saya, hal ini juga seharusnya akan lebih memudahkan penonton untuk berkunjung ke blog tanpa harus berkunjung ke halaman About (profil) Youtube yang masih harus melakukan beberapa klik atau tap pada smartphone yang digunakan.

Intinya adalah menyajikan cara termudah bagi penonton untuk bisa mengakses tautan yang saya sediakan.

Sekaligus sebagai informasi awal ketika akan ada penonton yang membaca deskripsi video, mungkin tadinya gak ada niat berkunjung ke blog akhirnya melakukan kunjungan karena adanya tautan yang bisa mereka kunjungi.

Tapi hati-hati dalam menulis link di deskripsi video Youtube. Url tautannya harus diketik atau copy-paste selengkap mungkin.

Misalnya saat tulisan ini dibuat, jika benar-benar linknya harus aktif, maka cara penulisannya adalah sebagai berikut (contoh ya ini):

  1. lokamoni.blogslot.com (SALAH).
  2. https://lokamoni.blogspot.com/ (BENAR).

Kalau penulisan linknya seperti pada contoh 1 diatas, biasanya tautannya tidak aktif (tidak bisa diklik). Karena itu terapkan penulisan tautan blog/artikel yang dimaksud selengkap mungkin sesuai pada contoh 2.

Kalau bingung, kunjungi saja dasbor postingan blog atau membuka alamat postingan langsung untuk di-copy link sumbernya lalu paste di deskripsi video Youtube agar tidak perlu menulis tautannya secara manual yang bisa menyebabkan error (kesalahan penulisan).

3. Menyematkan tautan blog pada kolom komentar yang di-Pin (pinned comment)

Untuk melihat langsung bagaimana saya menaruh tautan pada kolom komentar yang di-pin, silahkan buka video saya dibawah ini.

Pada kolom komentar video tersebut, terlihat bahwa saya juga memanfaatkan kolom komentar yang di-pin supaya komentar yang saya sematkan posisinya berada paling atas sehingga akan dengan mudah dilihat oleh penonton jika mereka akan membuka fitur tersebut.

Contoh penulisan linknya tetap sama yaitu merujuk pada poin kedua sebagaimana yang sudah saya jelaskan diatas.

Ini juga merujuk pada perilaku penggunaan Youtube pribadi dimana kadang suka menonton video sambil tetap membaca kolom komentar. Dan mungkin akan ada penonton video saya juga yang melakukan hal serupa dan memutuskan untuk berkunjung ke blog ini.

4. Memasukkan alamat blog langsung kedalam video

Jika pada lokasi penempatan tautan di poin 1 sampai 3 diatas linknya bersifat aktif, maka pada poin yang terakhir ini justru sebaliknya. Tidak bisa diklik karena tautan yang saya tampilkan di video Youtube akan menyatu secara langsung pada isi video tersebut.

Akan tetapi, menyematkan alamat blog pada video Youtube ini menurut asumsi saya bisa tetap berguna untuk beberapa hal terutama dalam kaitannya dengan trafik blog yaitu:

  1. Penonton bisa saja akan tahu pertama kali bahwa saya memiliki blog yang bisa mereka kunjungi langsung dari video yang ditontonnya.
  2. Mengarahkan penonton untuk membuka kolom deskripsi maupun profil Youtube untuk menemukan tautan blog yang aktif agar bisa langsung dikunjungi.
  3. Bisa dimanfaatkan sebagai watermark untuk mengantisipasi penggunaan ulang konten tanpa izin sehingga ada kemungkinan alamat blog saya bisa tetap dilihat oleh penonton lainnya jika watermark tersebut tidak disunting.

Jadi intinya, meskipun watermark pada video Youtube bisa memanfaatkan fitur branding Youtube yaitu dengan menampilkan logo akun, saya sesekali tetap menambahkan link blog pada video.

Kalaupun misalnya suatu saat ada yang menggunakan video saya tanpa izin dan mengunggahnya kembali di Youtube maupun platform lainnya, setidaknya dia/mereka masih harus meluangkan waktu untuk menutup watermark tersebut menggunakan software edit video. Dan jika tidak diedit, maka penonton dari pengunggah ulang video saya tetap bisa melihat alamat blog saya dan dengan itu semoga mereka juga mau untuk mengunjungi blog sederhana ini.

Setidaknya ini sebagai upaya preventif (pencegahan) sekaligus salah satu metode menjaring trafik blog yang menurut saya cukup masuk akal untuk dilakukan.

Baca juga: 1k View Video Youtube Pertama Tercapai

Namun sekali lagi, efektif tidaknya beberapa metode penempatan link diatas belum saya ketahui secara pasti. Apalagi mengeloka akun Youtube dan blog itu sifatnya untuk jangka panjang (tidak instan). Jadi yang bisa saya lakukan hanyalah berusaha saja sambil tetap mengevaluasi apa yang sudah saya terapkan dan berusaha mengembangkannya.

Sebagai penutup, saya juga ingin mengingatkan bahwa tulisan ini hanya berdasarkan opini pribadi yang menurut saya logis untuk diterapkan. Juga, penjelasan diatas adalah bagian dari strategi saya dalam mencapai target pengunjung blog sebanyak 1 juta pada tahun 2022 ini sekaligus sebagai bahan eksperimen baik untuk mengembangkan blog ini maupun kanal Youtube pribadi. Jika ada yang bertentangan, harap dimaklumi. Dan saya berusaha sebisa mungkin untuk terbuka pada banyak hal terutama saran dan kritik yang membangun. So, silahkan sampaikan lewat kolom komentar dibawah ini jika ada yang perlu didiskusikan.

Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca postingan ini.

Share this

1 komentar

  1. Jika menempatkan backlink di youtube seperti penjelasan diatas, apakah dapat linknya itu yg nofollow atau dofollow?

    BalasHapus


EmoticonEmoticon